Tahukah Anda bahwa memilih jenis kondom memiliki perasaan tersendiri ketika Anda berhubungan seks. Setiap pasangan tentu memiliki kondom untuk menambah perasaan bercinta.

Dilanjutkan dengan fungsi pelindungnya, alat kontrasepsi ini memberikan sentuhan yang menyenangkan dalam perlindungannya.

Pada dasarnya, kondom terdiri dari dua jenis, yaitu kondom dengan pelumas dan tanpa pelumas. Mungkin dengan pasangan Anda ingin mencoba perasaan yang berbeda dari kondom utama Anda. Karena itu ketahui penjelasannya di bawah ini.

Ketahui jenis kondom yang dilumasi

Secara umum, sebagian besar jenis kondom pelumas lateks sebagian besar mudah ditemukan di apotek. Beberapa kondom dilumasi dengan spermisida. Sementara ada kondom lain yang dilumasi dengan non-spermisida.

Kondom dengan pelumas spermisida (nonoksinol-9) berfungsi membunuh sperma. Kondom ini mampu mencegah masuknya sperma ke dalam serviks. Kondom non-peroksida yang memiliki kandungan lebih ringan dari spermisida, sebagai alternatif bagi orang yang alergi terhadap pelumas spermisida.

Kebanyakan pasangan memilih kondom dengan pelumas, karena kemudahan penggunaan dan penetrasi, dibandingkan dengan kondom tanpa pelumas.

Namun, jangan mengesampingkan kemungkinan hubungan seks yang berkelanjutan, mungkin pasangan masih membutuhkan pelumas tambahan. Menambahkan pelumas ini bisa dilakukan untuk meningkatkan perasaan bercinta.

Jenis kondom tanpa pelumas

Selain memilih kondom pelumas, ada pilihan kondom tanpa pelumas. Beberapa pasangan mungkin memilih kondom tanpa pelumas. Untuk pasangan yang menyukai seks oral, memilih kondom adalah salah satu pilihan terbaik.

Tidak seperti kondom dengan pelumas, tidak perlu merasakan sensasi yang membuat mulut mati rasa saat melakukan oral seks.

Kondom bebas pelumas jelas berguna untuk pasangan yang alergi terhadap pelumas tertentu. Karena itu, ini bisa menjadi pilihan terbaik jika Anda memiliki alergi yang dapat mengganggu momen cinta.

Karena tidak adanya pelumas, ini membuatnya mudah bagi pasangan untuk menambahkan pelumas sesuai dengan keinginan mereka. Sehingga seks bisa terasa lebih nyaman saat melakukan penetrasi.

Sebelum menambahkan pelumas, perlu diketahui kandungan pelumas yang sesuai dengan jenis kondom. Pilihan pelumas yang tidak tepat dapat merusak perlindungan kondom saat cinta.

Pelumas yang tepat untuk kondom jenis ini membuat perasaan seksual semakin bergetar
sering mereka menggunakan pelumas
Gesekan “licin” saat penetrasi meningkatkan hasrat seksual. Meskipun penggunaan kontrasepsi tidak berarti seks menjadi tidak nyaman. Selalu ada cara untuk membuat seks terasa sensual dan menyenangkan, tetapi aman.

Dengan penggunaan kondom dengan pelumas tambahan merupakan solusi agar hubungan seks tetap “bersemangat” di ranjang.

Tidak perlu ragu untuk menambahkan pelumas saat berhubungan seks. Sebaliknya sesi seksual akan terasa lebih bergairah. Juga ditunjukkan dalam penelitian Universitas Indiana. Menurut survei studi, setidaknya 70% dari 2.453 wanita mengalami sensasi yang lebih bersemangat dan menyenangkan ketika menggunakan pelumas.

Jika Anda memilih jenis kondom tanpa pelumas, jelas Anda membutuhkan pelumas tambahan untuk memudahkan penetrasi. Perlu diingat bahwa pelumas kondom harus disesuaikan dengan bahan kondom.

Pelumas seksual dengan pelumas membuatnya sulit untuk hamil
Tidak semua kondom kompatibel dengan bahan dasar cairan pelumas. Untuk kondom lateks, hindari menggunakan pelumas berbasis minyak. Karena dengan menggabungkan kondom lateks dengan pelumas berbasis minyak, Anda dapat merobek permukaan kondom. Karena mineral dalam minyak bersifat merusak.

Pilih bahan berbasis air atau silikon untuk melumasi kondom. Juga, Anda tidak perlu khawatir karena pelumas ini meminimalkan risiko iritasi.

Sementara itu, pelumas berbasis minyak dapat digunakan dengan kondom poliuretan dan kulit domba atau kulit domba. Salah satu kelebihan kondom yang terbuat dari kulit domba juga dapat digunakan dengan pelumas berbasis air atau silikon.

Baca Juga :